AllahSWT menghormati Ibrahim dengan penghormatan yang khusus. Allah SWT menjadikan agamanya sebagai agama tauhid yang murni dan suci dari berbagai kotoran, dan Dia menjadikan akal sebagai alat penting dalam menilai kebenaran bagi orang-orang yang mengikuti agama-Nya. Allah SWT berfirman: "Dan tidak ada yang benar kepada agama Ibrahim
adiketahui cara pengobatannya. Bencana yang terjadi tidak disangka-sangka, tawuran antarwarga, atau antarpelajar, dan lain sebagainya. Semua itu merupakan beberapa dampak perilaku manusia yang sudah meninggalkan al-Qur'an. Mengapa hal ini terjadi?(contoh sisi budaya)
AbuHurairah r.a. meriwayatkan bahawa Rasulullah (SAW) bersabda "Sesiapa yang membaca selawat seperti ini sebanyak lapan puluh kali sejurus selepas sembahyang Asar pada Hari Jumaat, sebelum bangun dari tempat sembahyangnya, akan diampunkan dosanya sebanyak 80 tahun dan diberikan pahala 80 tahun ibadah. Allahumma Solli 'Alaa Muhammadinin
Tidakada yang bisa meminta untuk dilahirkan dengan kondisi orang tua lengkap atau justru tanpa orang tua. Semua sudah ditakdirkan oleh Allah. Demikian halnya status sebagai anak yatim atau piatu. Anak yatim mendapat keistimewaan dalam Islam. Yatim adalah seseorang yang ayahnya meninggal dan dia belum baligh.
Ketahuilah sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat. Dekat terhadap orang-orang mukmin dan muttaqin yang berwali kepada Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Ya Allah, baikkanlah akhir hayat kami dan jadikanlah sebaik-baik hari kami adalah hari berjumpa dengan-Mu. Amin. Wallahu a'lam.
terjawabBagaimanakah keistimewaan orang yang sudah dekat dengan allah swt? 2 Lihat jawaban Iklan Jawaban 4.6 /5 17 atoyamoi hidupny akan merasa lebih tenang :) amin Iklan Jawaban 4.3 /5 23 rafifabi5 merasa akan lebih aman hatinya akan selalu damai selalu mendapat solusi bila dalam masalah selalu diberi yang terbaik
Orangyang melakukan wirid yang sesat dan keliru tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah sudah diingatkan dalam surat Al A'raaf ayat 180" Kepunyaan Allahlah asmauluhusna, memohonlah dengan menyebut asmaulhusna itu, tinggalkanlah orang orang yang bermain main dengan asmaulhusna kelak Allah akan menimpakan azab pada mereka" .
Mekahmenjadi salah satu kota di muka bumi yang disebut Nabi akan menunjukan tanda bahawa kiamat sudah dekat, 3 Tanda Kiamat Sudah Muncul Di Mekah. Ki4mat merupakan rukun iman ke lima yang dipercayai oleh umat Islam yang pasti akan terjadi. Namun tidak satu pun makhluk mengetahui bilakah peristiwa akhir kehidupan alam dunia tersebut akan berlaku.
Bukharidan Muslim) Berteman dengan orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah akan memberikan kita ketenangan, aman, dan nyaman berada dekat dengan mereka. Bahkan ketika kita melihatnya saja hati menjadi tentram. Saling menguatkan satu sama lain sudah seperti kewajiban yang harus dilakukan jika kita berteman.
Sungguh dalam hal yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berfikir. Allah memberikan kenikmatan akal kepada manusia untuk berpikir tentang tanda-tanda kebesaran Allah, memperhatikan dan merenungkan apa yang diciptakan dilangit dan dibumi. Keempat, Allah SWT-lah yang memuliakan manusia dengan
Keistimewaandan Contoh Sedekah Jariyah Sedekah jariyah. Apakah melaksanakan sholat 5 waktu saja sudah cukup sebagai cara beriman kepada Allah SWT? Tentu tidak. Kita juga harus bersedekah jariyah.
BerfirmanAllah SWT, "Berikanlah haknya yang telah engkau zalimi itu!". Menjawab orang yang dituntut itu dengan sedih, "Ya Allah, wahai Tuhan ku. Sesungguhnya kebaikanku telahpun habis semuanya, maka tiadalah lagi yang dapat aku berikan kepada orang ini.". Dijawab oleh orang yang menuntut itu, "Oleh itu engkau mesti menanggung segala
Guruhendaknya menutup setiap akhir kegiatan belajar-mengajar dengan kata-kata wallahu a'lam(Allah yanh Maha Tahu) yang menunjukkan keikhlasan kepada Allah SWT. Ada sebuah atsar yang dikutip dari Ibnu 'Umar, bahwa beliau berkata, "Ilmu itu ada tiga: Kitab Allah yang berbicara, Sunnah yang sudah berlaku tetap, dan la adriy (saya tidak tahu
Foto Getty Images/xavierarnau. Jakarta -. Ada sebuah kisah tentang pemuda yang mencintai Allah SWT. Ia menempuh perjalanan panjang menuju Baitullah dan akhirnya meninggal tatkala sujud di Kakbah. Kisah ini diceritakan oleh Ibrahim al-Khawwas sebagaimana ditulis oleh Abdurrahman Ahmad As-Sirbuny dalam 198 Kisah Haji Wali-Wali Allah.
Sepertikita ketahui dalam penciptaanya eksistensi manusia ditanyakan oleh malaikat. Ketika hal tersebut Allah SWT menjawab dengan firmannya: "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kau ketahui." Allah SWT sudah menjawab dengan menjelaskan sangat gamblang dalam Al Quran apa yang menjadi tujuan kita hidup dimuka bumi ini.
O9BSAf. JAKARTA - Presiden Yaqeen Institute for Islamic Research, Dallas, Imam Omar Suleiman menjelaskan tiga hal yang memungkinkan seseorang menjadi auliya atau sahabat dekat Allah ini. Orang-orang auliya sangat tersebar di antara banyak orang-orang, kita tidak tahu siapa mereka, dan itulah yang membuat hal ini begitu menarik. Faktanya, beberapa auliya Allah sendiri tidak tahu bahwa mereka adalah auliya Allah, mereka tidak begitu mengerti betapa Allah mencintai mereka dan bagaimana mereka bisa naik ke peringkat itu. Ada tiga cara, yang disebutkan para ulama, untuk mencapai persahabatan khusus dengan Allah ini, yang diriwayatkan oleh Nabi Muhammad saw dalam sebuah hadits Qudsi bahwa Allah telah berfirman, "Siapa pun yang menganggap teman istimewa Aku itu sebagai musuh, Aku akan berperang melawannya,". Tiga cara tersebut diantaranya
Kisah Nabi Hud dan pusaran angin yang menimpa kaum Ad, sangat menarik untuk diambil hikmahnya. Keangkuhan kaum Ad bahkan banyak dikisahkan dalam Al-Qur'an, salah satunya pada surat Fussshilat ayat Hud adalah nabi yang diutus oleh Allah SWT kepada kaum Ad. Nabi Hud berasal dari suku Arab. Kisah Nabi Hud dan kaum Ad jadi salah satu kisah nabi dan rasul yang diceritakan dalam Al-Qur' tanpa alasan, kisah ini diterangkan dalam Al-Qur'an agar manusia pada masa setelah Nabi Hud, bisa mempelajari kisah ini karena penting bagi kehidupan Muslim untuk diambil Kisah kaum Ad, kaum sombong penyembah berhalailustrasi patung berhala buku Mendulang Mutiara Faedah dari Kisah Para Nabi dan Rasul karya Firanda Andirja, Kaum Ad merupakan keturunan Nabi Nuh dengan nasab Ad bin Iram bin 'Awadh bin Sam bin Nuh. Mereka tinggal di daerah al-Ahqaf, terletak di negeri Yaman. Kaum Ad adalah kaum yang pertama kali memunculkan kesyirikan setelah peristiwa banjir bandang di masa Nabi Nuh. Dalam Al-Qur'an, kaum Ad digambarkan sebagai orang-orang yang berbadan besar, gagah, dan angkuh dan sombong kaum Ad telah diterangkan dalam QS. Fusshilat ayat 15, yakni فَاَمَّا عَادٌ فَاسْتَكْبَرُوْا فِى الْاَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَقَالُوْا مَنْ اَشَدُّ مِنَّا قُوَّةً ۗ اَوَلَمْ يَرَوْا اَنَّ اللّٰهَ الَّذِيْ خَلَقَهُمْ هُوَ اَشَدُّ مِنْهُمْ قُوَّةً ۗ وَكَانُوْا بِاٰيٰتِنَا يَجْحَدُوْنَ Artinya "Adapun kaum Ad, mereka menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar. Mereka berkata, “Siapakah yang lebih hebat kekuatannya daripada kami?” Tidakkah mereka memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan mereka itu lebih hebat kekuatan-Nya daripada mereka? Mereka telah mengingkari tanda-tanda kebesaran Kami." Kaum Ad tidak pernah mensyukuri apa yang telah diberikan oleh Allah SWT. Kegagahan, kekuatan, teknologi, dan arsitektur yang dimiliki tidak pernah disyukuri. Kaum Ad justru menyembah berhala yang mereka beri nama sendiri. Bahkan, kaum Ad juga mengingkari dakwah Nabi Hud yang menyeru untuk beriman kepada Allah Dakwah Nabi Hud disampaikan dengan lembut hingga berisi ancamanIlustrasi hewan ternak sebagai nikmat yang dimiliki kaum Ad Hud AS adalah salah satu nabi yang telah disebutkan dalam beberapa ayat Al-Qur'an. Nabi Hud diutus Allah SWT kepada kaum Ad, kaum yang kafir dan ingkar, lantaran kaum Ad tidak mau beriman kepada Allah SWT dan hanya menyembah patung-patung berhala. Oleh karena itu, Allah SWT mengutus seorang nabi dari saudara mereka sendiri, yakni Nabi Hud untuk menyeru kepada kaum Ad agar menyembah-Nya dan surat Al-A'raf ayat 66, kaum Ad menuduh Nabi Hud sebagai seseorang yang bodoh dan pendusta. Nabi Hud justru menjawab tuduhan buruk itu dengan santun. Nabi Hud hanya menjawab bahwa ia adalah utusan Allah dan menyampaikan nasihat tepercaya bagi Hud juga kerap mengingatkan nikmat-nikmat yang telah Allah berikan kepada kaum Ad. Saat itu, kaum Ad tidak pernah kekurangan apa pun. Hal ini dapat dijelaskan pada surat Asy-Syu'ara ayat 132-134. Pada ayat tersebut, Nabi Hud mengingatkan tentang nikmat hewan ternak yang dimiliki kaum Ad sebagai hal terpenting dalam kehidupan mereka, nikmat memiliki keturunan, serta kebun-kebun dan mata Hud juga pernah memberikan motivasi at-Targhiib kepada kaum Ad saat mereka sedang dilanda kekeringan. Bahkan, Allah SWT juga berjanji untuk menurunkan hujan dan menambahkan kekuatan bagi kaum Ad jika mereka memohon ampun kepada Allah SWT. Dalam surat Hud ayat 52, Nabi Hud berkata kepada kaum Ad, yakni وَيٰقَوْمِ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْٓا اِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاۤءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًا وَّيَزِدْكُمْ قُوَّةً اِلٰى قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِيْنَ Artinya "Wahai kaumku, mohonlah ampunan kepada Tuhanmu kemudian bertobatlah kepada-Nya! Niscaya Dia akan menurunkan untukmu hujan yang sangat deras, menambahkan kekuatan melebihi kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling menjadi orang-orang yang berdosa.” Gak hanya memberikan motivasi, di akhir masa dakwahnya, Nabi Hud juga memberikan ancaman at-Tarhib. Ancaman ini datang saat kemusyrikan kaum Ad telah mencapai klimaksnya. Hal ini seperti yang diterangkan dalam surat Al-A'raf ayat 71, yaitu قَالَ قَدْ وَقَعَ عَلَيْكُمْ مِّنْ رَّبِّكُمْ رِجْسٌ وَّغَضَبٌۗ اَتُجَادِلُوْنَنِيْ فِيْٓ اَسْمَاۤءٍ سَمَّيْتُمُوْهَآ اَنْتُمْ وَاٰبَاۤؤُكُمْ مَّا نَزَّلَ اللّٰهُ بِهَا مِنْ سُلْطٰنٍۗ فَانْتَظِرُوْٓا اِنِّيْ مَعَكُمْ مِّنَ الْمُنْتَظِرِيْنَ Artinya "Dia Hud berkata, “Sungguh, sudah pasti kamu akan ditimpa azab dan kemarahan dari Tuhanmu. Apakah kamu sekalian hendak berbantah dengan Aku tentang nama-nama berhala yang kamu beserta nenek moyangmu menamakannya, padahal Allah tidak menurunkan sedikit pun hujah alasan pembenaran untuk itu? Maka, tunggulah azab dan kemarahan itu! Sesungguhnya aku bersamamu termasuk orang-orang yang menunggu.” Baca Juga 5 Mukjizat Nabi Ibrahim yang Dijuluki Bapaknya Para Nabi 3. Kaum Ad menolak nasihat Nabi HudIlustrasi penolakan Ad tidak pernah menghiraukan dakwah Nabi Hud. Bahkan dengan keji, mereka merendahkan Nabi Hud sebagai seorang yang bodoh, konyol, dan pendusta. Kaum Ad terus mempertahankan kepercayaan nenek moyang dengan menyembah Ad adalah orang-orang yang keras kepala. Mereka tidak mau meninggalkan berhala yang mereka sembah dan puja. Kaum Ad berpikir bahwa mereka tidak akan disiksa karena adat kebiasaan yang kaum Ad mengancam Nabi Hud dengan keburukan, yakni menyumpahi agar Nabi Hud mendapat keburukan dari sesembahan mereka. Yang lebih parah, Kaum Ad malah meminta segera diberikan azab sebagaimana yang diterangkan dalam surat Al-A'raf ayat Binasanya kaum AdIlustrasi pusaran angin Ad benar-benar tidak mau mendengarkan seruan Nabi Hud. Tantangan azab yang pernah diberikan Kaum Ad malah membawa malapetaka untuk kaumnya. Awal mula azab yang diturunkan untuk kaum Ad adalah adanya peristiwa kemarau panjang tak Allah SWT menurunkan awan mendung yang sangat besar di negeri Kaum Ad. Namun, mereka malah berpikir bahwa mendung tersebut akan membawa hujan deras yang akan mengakhiri kemarau yang sedang dialaminya. Padahal, itu adalah azab yang diberikan Allah SWT untuk membinasakan kaum Ad, seperti yang dijelaskan dalam QS. al-Ahqaf ayat 24-25. فَلَمَّا رَاَوْهُ عَارِضًا مُّسْتَقْبِلَ اَوْدِيَتِهِمْ قَالُوْا هٰذَا عَارِضٌ مُّمْطِرُنَا ۗبَلْ هُوَ مَا اسْتَعْجَلْتُمْ بِهٖ ۗرِيْحٌ فِيْهَا عَذَابٌ اَلِيْمٌۙ. تُدَمِّرُ كُلَّ شَيْءٍۢ بِاَمْرِ رَبِّهَا فَاَصْبَحُوْا لَا يُرٰىٓ اِلَّا مَسٰكِنُهُمْۗ كَذٰلِكَ نَجْزِى الْقَوْمَ الْمُجْرِمِيْن Artinya "Maka, ketika melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, mereka berkata, “Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kita.” Bukan, tetapi itu azab yang kamu minta agar disegerakan kedatangannya, yaitu angin yang mengandung azab yang sangat pedih. Azab itu menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya sehingga mereka kaum Ad menjadi tidak terlihat lagi, kecuali hanya bekas-bekas tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang durhaka." Kemudian Allah SWT memberikan angin dingin yang menusuk. Adapun rasa dingin tersebut adalah bagian dari azab Allah SWT. Gak hanya itu aja, kaum Ad juga diberi angin yang bergemuruh kencang, yang bisa memekakkan telinga mereka. Hingga akhirnya, kaum Ad sadar bahwa angin tersebut adalah azab, kemudian mereka berlarian dan bersembunyi untuk menyelamatkan diri. Meski tubuh mereka besar dan kuat, justru angin tersebut membuat tubuh mereka terbang di udara layaknya bulu tipis nan ringan yang tertiup angin. Tubuh mereka terombang-ambing oleh angin selama 8 hari. Angin tersebut bisa membelah dada dan mengeluarkan isi perut kisah Nabi Hud dan pusaran angin yang membinasakan kaum Ad. Sungguh, dalam hal duniawi, kaum Ad tidak kekurangan apa pun. Pada akhirnya, kaum Ad diberi azab dan dibinasakan oleh Allah SWT atas segala kemusyrikan yang dilakukannya. Semoga kita bisa mengambil hikmah di balik kisah Nabi Hud dan Kaum Ad, ya!Penulis Fanny Haristianti Baca Juga 5 Mukjizat dan Keistimewaan Nabi Daud AS, Nabi Penerima Zabur!
Bagi seorang muslim, apalagi yang telah mengenal Allah SWT, Tuhan seru sekalian, alam, pasti akan tahu bagaimana menentukan tujuan hidupnya dan tida akan tertipu oleh urusan dunia. Hal ini sudah dijelaskan dalam firman Allah SWT, dalam Quran Surah Az-Zariyat ayat 56وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِDan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi Allah SWT, dalam bahasa Arab dikenal dengan Ma’rifatullah. Ma’rifatullah dianggap merupakan ilmu agama Islam yang tertinggi yang harus dipatuhi oleh seluruh umat muslim dan umat manusia ciptaan Allah SWT. Allah SWT di dalam surah Al- An’am ayat 122أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِنْهَا ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْكَافِرِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَDan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kedua ayat diatas, berilmu dan mengetahui pentingnya mengenal Allah SWT. Mengapa? Ada dua hal yang bisa dijadikan alasan mengapa penting mengenal Allah SWT terutama bagi umat muslim, antara lainDengan mengenal Allah SWT, kita dapat berhubungan langsung dengan Dzat yang paling maha kuasa, yaitu Sang Pencipta. Baca juga tentang Cara Menyikapi Takdir AllahDengan mengenal Allah SWT, kita akan mendapat berbagai nikmat seperti, dapat meningktakan keimanan, serta meningkatkan ketaqwaan. Alhasil, dengan ketaqwaan tersebut kita memperoleh keberuntungan dan setelah mengetahui beberapa keutamaan mengenal Allah SWT tersebut, bagaimana jalan kita sebagai umat muslim untuk mengenal Allah SWT? Simak selengkapnya dibawah Mengenal Allah SWTUntuk mengenal Allah SWT dan seluruh kekuasaannya, terdapat dua jalan yang bisa kita lalui, antara lainMengenal Allah SWT melalui AlamDengan kita sering dekat dengan alam, atau memperhatikan cara kerja semesta beserta seisinya, seperti bulan dan bintang, air dan api, tumbuhan dan hewan, langit dan bumi, kita bisa menyadari betapa kuasanya Allah dalam memperintahkan ciptaanNya. Baca juga tentang Hujan Batu dalam AlquranSeperti pergantian matahari menjadi bulan, siang menjadi malam, dan lain sebagainya. Sudah tertulis dalam ayat Al – Quran mengenai kuasaNya Allah SWT, antara lainFenomena terjadinya AlamUntuk fenomena terjadinya Alam, Allah SWT telah jelas menurunkan firmannya di dalam surah At-Tur ayat 35أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمُ الْخَالِقُونَApakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan diri mereka sendiri?Fenomena KehendakNya yang tinggiUntuk membuktikan kuasaNya Allah SWT terhadap apa yang terjadi di seluruh dunia ini, kita bisa membaca Quran surah Al-Mulk ayat 3الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا ۖ مَا تَرَىٰ فِي خَلْقِ الرَّحْمَٰنِ مِنْ تَفَاوُتٍ ۖ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَىٰ مِنْ فُطُورٍYang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?Fenomena kehidupanUntuk fenomena kehidupan, Allah SWT banyak sekali menuliskan firmanNya di Al-quran. Beberapa firmanNya tertulis di dalam surat Al-Baqarah ayat 216 dan 286, At-Thaha ayat 124, Ath – Thalaq ayat 2-3, Ar-Rad ayat 11, dan Al-Insyirah ayat 5-6. Berikut isi dari surah Quran tersebuta. Al-Baqarah ayat 216كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَDiwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak Al-Baqarah ayat 286لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَAllah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala dari kebajikan yang diusahakannya dan ia mendapat siksa dari kejahatan yang dikerjakannya. Mereka berdoa “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.c. At-Thaha Ayat 124وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰDan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”.Fenomena PetunjukAllah SWT adalah Dzat yang maha baik. Banyak dari firmanNya yang mengajak kita untuk selalu menjalankan perintahNya, Mengikuti arahanNya, dan menjauhi laranganNya. Baca juga tentang Keutamaan Berbaik Sangka Kepada AllahSalah satu petunjuk yang Allah SWT berikan kepada umatNya adalah terdapat di Quran surah At-Thaha ayat 50قَالَ رَبُّنَا الَّذِىٓ أَعْطَىٰ كُلَّ شَىْءٍ خَلْقَهُۥ ثُمَّ هَدَىٰ ﴿طه٥۰﴾Dia Musa menjawab, “Tuhan kami ialah Tuhan yang telah memberikan bentuk kejadian kepada segala sesuatu, kemudian memberinya petunjuk.”Fenomena Pengabulan DoaAllah SWT sangat menyukai hambaNya yang berdoa dan meminta kepadaNya. Hal ini sama seperti yang tertulis dalam Al-Quran surah Al-Anam ayat 63قُلْ مَنْ يُنَجِّيكُمْ مِنْ ظُلُمَاتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ تَدْعُونَهُ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً لَئِنْ أَنْجَانَا مِنْ هَٰذِهِ لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَKatakanlah “Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah diri dengan suara yang lembut dengan mengatakan “Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari bencana ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur””.Mengenal Allah SWT melalui KitabNyaTurunnya Al-Quran adalah bukti kasih sayang Allah SWT terhadap hamba – hambaNya. Allah SWT menurunkan Al-Quran sebagai pedoman bagi seluruh umatNya agar di hari akhir nanti semua umatNya mampu mengisi syurgaNya yang maha luas. Syurga adalah balasan Allah SWT bagi umat-umatNya yang patuh kepada ajaran Islam yang tertulis dalam Al-Quran. Baca juga tentang lmu Pengetahuan Menurut IslamBerikut ini adalah beberapa ayat – ayat Al-Quran yang membicarakan bagaimana istimewanya Al-Quran untuk umat Al-QuranAl-Quran seperti yang kita tahu diturunkan secara perlahan – lahan melalui Rasulullah SAW. Oleh karena itulah mengapa Al-Quran dikatakan indah. Hal ini tertulis jelas di dalam Quran surah Al-Baqarah ayat 23وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَDan jika kamu tetap dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami Muhammad, buatlah satu surat saja yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benarPemberitahuan kepada dan dari Umat-umatNya di masa laluAl-Quran adalah bagaimana bukti nyata dari sejarah Islam dari sebelum masa Rasulullah SAW, seperti pada zaman Nabi Ibrahim, Nabi Nuh, hingga penduduk madyan dimana Allah SWT telah mengirimkan bukti – bukti nyata bahkan pada saat zaman Rasulullah SAW membawa Islam ke dunia. Dimana mereka semua musnah akibat mendzalimi diri sendiri. Tertulis di dalam Quran surah At-Taubah Ayat 70أَلَمْ يَأْتِهِمْ نَبَأُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ قَوْمِ نُوحٍ وَعَادٍ وَثَمُودَ وَقَوْمِ إِبْرَاهِيمَ وَأَصْحَابِ مَدْيَنَ وَالْمُؤْتَفِكَاتِ ۚ أَتَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ ۖ فَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَBelumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, yaitu kaum Nuh, Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan dan negeri-negeri yang telah musnah?. Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata, maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka Allah SWT melalui Asmaul HusnaAsmaul Husna adalah nama-nama Allah SWT yang tidak mungkin Dzat lain bisa memiliki Asma Husna sesempurna yang dimiliki oleh Allah SWT. Ha ini juga sudah dijelaskan dalam berbagai firmaNya. Antara lain terdapat di dalam Quran surah Ghafir ayat 62, Fatir ayat 3, Hud ayat 6 dan surah Al-Baqarah ayat 284. Berikut penjelasannya Allah SWT sebagai Al-Khalik QS 4062ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَYang demikian itu adalah Allah, Tuhanmu, Pencipta segala sesuatu, tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia; maka bagaimanakah kamu dapat dipalingkan? Allah SWT sebagai pemberi rezeki QS 353 dan QS 116Quran Surah Faatir Ayat 3لَّذِي أَحَلَّنَا دَارَ الْمُقَامَةِ مِنْ فَضْلِهِ لا يَمَسُّنَا فِيهَا نَصَبٌ وَلا يَمَسُّنَا فِيهَا لُغُوبٌ“Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal surga, dari karunia-Nya; di dalamnya kami tiada merasa lelah, dan tiada pula merasa lesu’.” – Surah Hud Ayat 6وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍDan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata Lauh mahfuzh. Allah SWT sebagai pemilik QS 2284لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ ۖ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌKepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala setelah mengetahui semua keutamaan dari pentingnya mengenal Allah SWT, apa saja halangan atau hambatan yang terkadang membuat kita sulit untuk mengenal Allah SWT tanpa kita sadari? Hal ini juga sudah tertulis di dalam beberapa surah di Al-Quran. Apa saja? Simak penjelasannya di bawah – Hal yang Menghalangi Kita Mengenal Allah SWT KesombonganAllah SWT memberitahu kita sebagai umat tidak boleh sombong saat berada di dunia milikNya. Allah SWT sudah menulis di dalam Al-Quran, mengenai sombong dalam Islam diantaranya tertulis di Quran Surah Al-A’raf ayat 146 dan Al-Furqan ayat ayat 146سَأَصْرِفُ عَنْ آيَاتِيَ الَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَإِنْ يَرَوْا كُلَّ آيَةٍ لَا يُؤْمِنُوا بِهَا وَإِنْ يَرَوْا سَبِيلَ الرُّشْدِ لَا يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا وَإِنْ يَرَوْا سَبِيلَ الْغَيِّ يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَكَانُوا عَنْهَا غَافِلِينَAku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayatKu, mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus memenempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari ayat 21وَقَالَ الَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَاءَنَا لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا الْمَلَائِكَةُ أَوْ نَرَىٰ رَبَّنَا ۗ لَقَدِ اسْتَكْبَرُوا فِي أَنْفُسِهِمْ وَعَتَوْا عُتُوًّا كَبِيرًاBerkatalah orang-orang yang tidak menanti-nanti pertemuannya dengan Kami “Mengapakah tidak diturunkan kepada kita malaikat atau mengapa kita tidak melihat Tuhan kita?” Sesungguhnya mereka memandang besar tentang diri mereka dan mereka benar-benar telah melampaui batasdalam melakukan kezaliman”. ZalimAllah SWT tidak suka orang orang yang zalim. Baik mendzalimi orang lain maupun diri sendiri. Tertulis di dalam Surah Quran An-Nisa ayat 133 yang berbunyiإِنْ يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ أَيُّهَا النَّاسُ وَيَأْتِ بِآخَرِينَ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ ذَٰلِكَ قَدِيرًاJika Allah menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu wahai manusia, dan Dia datangkan umat yang lain sebagai penggantimu. Dan adalah Allah Maha Kuasa berbuat demikian Bersandar pada panca inderaAllah SWT telah memperintahkan kita untuk hanya bersandar pada Allah SWT. Tertulis dalam Quran surah Al-Baqarah ayat 55وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَىٰ لَنْ نُؤْمِنَ لَكَ حَتَّىٰ نَرَى اللَّهَ جَهْرَةً فَأَخَذَتْكُمُ الصَّاعِقَةُ وَأَنْتُمْ تَنْظُرُونَDan ingatlah, ketika kamu berkata “Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya”. Dusta atau berbohongTertulis pada Quran surah Al’Araf ayat 176 yang berbunyiوَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَٰكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الْأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ ۚ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا ۚ فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَDan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan derajatnya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya juga. Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah kepada mereka kisah-kisah itu agar mereka berfikir. Membatalkan janji pada Allah SWTAllah SWT suka dengan hambaNya yang menepati janji. Dan Allah SWT juga memiliki firman dalam Al-Quran bagi hambaNya yang mengingkari janji kepadaNya. Hal ini tertulis dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 2ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَKitab Al Quran ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, Berbuat KerusakanManusia sejatinya suka merusak, baik merusak alam ataupun diri sendiri. Dan Allah tidak suka dengan perbuatan tersebut. Perbuatan merusak juga disebut fasad. Hal ini bisa terlihat di Quran surah Ar-Rum ayat 42, Surah As-Sad ayat 27, dan Al-A’raf ayat 56-58Quran Surah Ar-Rum ayat 42قُلْ سِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَانْظُرُوْا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلُ ۗ كَانَ اَكْثَرُهُمْ مُّشْرِكِيْنَ“Katakanlah Muhammad, Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang menyekutukan Allah.”QS. Ar-Rum 30 Ayat 42Quran Surah As-Sad Ayat 27وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلًا ۚ ذَٰلِكَ ظَنُّ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ كَفَرُوا مِنَ النَّارِDan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk Al-A’raf ayat 56-58وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَDan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah Allah memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut tidak akan diterima dan harapan akan dikabulkan. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. 56وَهُوَ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا أَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالًا سُقْنَاهُ لِبَلَدٍ مَيِّتٍ فَأَنْزَلْنَا بِهِ الْمَاءَ فَأَخْرَجْنَا بِهِ مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ ۚ كَذَٰلِكَ نُخْرِجُ الْمَوْتَىٰ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَDan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya hujan; hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran. 57وَالْبَلَدُ الطَّيِّبُ يَخْرُجُ نَبَاتُهُ بِإِذْنِ رَبِّهِ ۖ وَالَّذِي خَبُثَ لَا يَخْرُجُ إِلَّا نَكِدًا ۚ كَذَٰلِكَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَشْكُرُونَDan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran Kami bagi orang-orang yang bersyukur. 58 LalaiSebagaimana yang tertulis di dalam firman Allah SWT di Quran Surah Al-Anbiya ayat 1-3, yang berbunyiاقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ مُعْرِضُونَTelah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling daripadanya 1مَا يَأْتِيهِمْ مِنْ ذِكْرٍ مِنْ رَبِّهِمْ مُحْدَثٍ إِلَّا اسْتَمَعُوهُ وَهُمْ يَلْعَبُونَTidak datang kepada mereka suatu ayat Al Quran pun yang baru di-turunkan dari Tuhan mereka, melainkan mereka mendengarnya, sedang mereka bermain-main, 2لَاهِيَةً قُلُوبُهُمْ ۗ وَأَسَرُّوا النَّجْوَى الَّذِينَ ظَلَمُوا هَلْ هَٰذَا إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ ۖ أَفَتَأْتُونَ السِّحْرَ وَأَنْتُمْ تُبْصِرُونَlagi hati mereka dalam keadaan lalai. Dan mereka yang zalim itu merahasiakan pembicaraan mereka “Orang ini tidak lain hanyalah seorang manusia jua seperti kamu, maka apakah kamu menerima sihir itu, padahal kamu menyaksikannya?” Banyak Berbuat MaksiatBanyak dari kita yang berbuat maksiat, baik berupa lisan, tindakan, dan perbuatan. Hal ini sudah tertulis di Quran surah An-Nissa ayat 108, An-Naazi’aat ayat 40-41, Al-Mulk ayat 12, dan Surah Yusuf ayat Ayat 108يَسْتَخْفُونَ مِنَ النَّاسِ وَلَا يَسْتَخْفُونَ مِنَ اللَّهِ وَهُوَ مَعَهُمْ إِذْ يُبَيِّتُونَ مَا لَا يَرْضَىٰ مِنَ الْقَوْلِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطًاmereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak redlai. Dan adalah Allah Maha Meliputi ilmu-Nya terhadap apa yang mereka ayat 40-41وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰDan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, 40فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰmaka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya. 41Al-Mulk ayat 12إِنَّ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌSesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya Yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang ayat 53وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي ۚ إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي ۚ إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيمٌDan aku tidak membebaskan diriku dari kesalahan, karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang. Ragu-raguKeraguan adalah sifat manusia yang kadang timbul dan membuat manusia tidak yakin akan kebesaran Allah SWT. Hal ini tertulis di dalam Quran Surah Al-Anam ayat 109-110, yang berbunyiوَأَقْسَمُوا بِاللَّهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ لَئِنْ جَاءَتْهُمْ آيَةٌ لَيُؤْمِنُنَّ بِهَا ۚ قُلْ إِنَّمَا الْآيَاتُ عِنْدَ اللَّهِ ۖ وَمَا يُشْعِرُكُمْ أَنَّهَا إِذَا جَاءَتْ لَا يُؤْمِنُونَMereka bersumpah dengan nama Allah dengan segala kesungguhan, bahwa sungguh jika datang kepada mereka sesuatu mu jizat, pastilah mereka beriman kepada-Nya. Katakanlah “Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu hanya berada di sisi Allah”. Dan apakah yang memberitahukan kepadamu bahwa apabila mukjizat datang mereka tidak akan beriman. 109وَنُقَلِّبُ أَفْئِدَتَهُمْ وَأَبْصَارَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُوا بِهِ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَنَذَرُهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَDan begitu pula Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya Al Quran pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat 110Nah itulah beberapa penjelasan terkait bagaimana pentingnya mengenal Allah SWT. Semoga memberikan pencerahan bagi kita semua. Aamiiin ya Rabbal A’lamiiin
RASULULLAH SAW adalah manusia yang paling sempurna yang diciptakan Allah SWT dibandingkan dengan manusia yang ada di dunia ini. Rasulullah memiliki hati yang mulia dan Allah SWT sendiri yang menjaganya. Rasulullah merupakan hamba dan utusan Allah SWT untuk memikul beban yang sangat berat yaitu menyampaikan wahyu untuk menyembah Allah SWT kepada semua umat manusia. Banyak keistimewaan yang Allah SWT berikan kepada Rasulullah SAW dibandingkan dengan manusia lain, baik itu Nabi lain ataupun manusia biasa. Berikut ini lima keistimewaan Rasulullah dibandingkan Nabi lain Dari Jabir bin Abdullah RA, Nabi SAW bersabda, “Aku diberi lima keistimewaan yang tidak diberikan kepada seorang nabi pun sebelum 1. Aku ditolong dengan rasa takut yang diharamkan Allah di hati para musuh sejauh perjalanan sebulan, 2. Bumi dijadikan masjid dan suci untukku, maka dimana pun seseorang di antara umatku yang menjumpai waktu shalat, maka shalatlah, 3. Harta rampasan perang dihalalkan untukku dan tidak dihalalkan untuk seorang pun sebelumnya, 4. Setiap nabi diutus khusus kepada kaumnya, sedangkan aku diutus untu seluruh manusia, 5. Dan aku diberi syafaat,” HR. Al-Bukhari dan Muslim. Kelima keistimewaan yang diberikan Rasulullah tidak diberikan kepada nabi yang lain, sehingga umat ini mendapatkan sebagian di antara kelebihan dan kemuliaan tersebut karena berkah Nabi SAW yang mulia yang diberkahi. Betapa beruntungannya kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW yang diberikan banyak syafaat oleh Nabi Muhammad SAW. [] Referensi Fikih Hadis Bukhari-Muslim/Abdullah Alu Bassam/Ummul Qura/2013
bagaimanakah keistimewaan orang yang sudah dekat dengan allah swt